Laut Bukan Gunung

Gunung adalah tempat yang saya lebih suka dibandingkan laut.

Tapi minggu kemarin, saya ke Pulau Seribu bersama teman-teman. Ke pulau Genteng Kecil tepatnya. Di sana ikut-ikutan melakukan kegiatan air yang cukup tidak saya duga akan lakukan, seperti snorkeling, canoeing dan naik water sofa.

Sebenarnya sangat di luar dugaan bahwa saya bisa menikmati kegiatan air tersebut. Meskipun butuh waktu untuk adaptasi dengan air cukup lama. Tentunya karena saya tidak mahir berenang.

Pertama kali rombongan saya dan teman-teman dibagi menjadi 2 grup, sudah dapet diketahui bahwa saya tergabung dalam grup Poto-poto alias grup Non-snorkeling. Ya, saya memang kurang suka pantai, tetapi saya ada di grup Non-snorkeling ini bukan karena itu, tetapi lebih karena saya takut. Takut dengan laut dan Maha-nya. Maha luas. Maha berombak. Maha kuat.

Tapi tiba-tiba saya kaget melihat salah seorang teman saya yang penakut, tukang panik dan juga tidak bisa berenang, ternyata ada di grup Snorkeling. Maka, setelah merasa dicemooh oleh mata sendiri, akhirnya saya memutuskan untuk ikut snorkeling. Kali ini memutuskan untuk berani. Dan memutuskan untuk menikmati.

Snorkeling di lokasi pertama masih super kaku. Pas turun ke air langsung pegangan sama Mas Penjaga. Terus sempet panik pas snorkel copot dan terbawa arus laut. Terus yaudah gitu aja sepanjang snorkeling ga bisa menikmati karena punya kesibukkan sendiri, yaitu sibuk panik.

Terus lanjut snorkeling di lokasi ke-2. Mungkin tadi saya lupa bahwa saya sudah memutuskan untuk berani sebelum saya memutuskan untuk snorkeling. Tapi di lokasi ke-2 ini saya ingat dan akan bertekad menjalani keputusan itu dengan semena-mena. Maka, pas turun ke air, saya berani. Saya berani karena saya sudah memutuskan untuk berani dan saya harus menjalani keputusan tersebut. Tidak lupa bahwa saya juga sudah memutuskan untuk menikmati. Jadi saya akan menikmati. Dan maka itulah yang terjadi. Dengan lincah tanpa takut saya mondar-mandir ke sana-sini menikmati indahnya penghuni laut. Malah sempet poto-poto under water. Tanpa takut. Saya mendekati dan menjauhi kapal layaknya ikan cantik yang ceria. #iyainAja

Poto pas udah kelar snorkeling. soalnya poto snorkeling-nya ada di kamera temen.

 

Ternyata bener ya kata orang-orang itu.

Fear is only in your mind.

Saya sempat lupa saya memiliki kemampuan untuk menjadi berani. Tapi beneran deh, bukan cuma tentang ketakutan akan laut, tapi ketakutan itu bisa terjadi dalam hal apapun di bagian hidup yang manapun dan kapanpun. That’s the difficult part, to get fear off your mind. Tapi sekalinya kita berhasil untuk tendang rasa takut itu jauh-jauh, you will have that moment of truth, bahwa itu bukan apa-apa dan kita pasti bisa melewatinya. Pasti bisa.

Jadi saya pikir setidaknya sekali dalam hidup ini, kita harus coba lakukan hal yang kita takut. Cobalah berani dengan hati-hati. Kamu akan kaget dengan hasilnya dan tidak menyangka bisa melewati itu.

Dan sebenernya, laut asik juga.
Tapi saya tetep pilih gunung dibanding laut sih. #konsisten

Share this:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *