Air Putih

20140511-202733.jpg

 
Kalo ditanya dua tahun lalu minumannya apa, jawabannya adalah teh. Teman dekat atau keluarga sudah tau, aku bukan peminum air putih. Dalam artian sesungguhnya, yaitu tidak minum air putih sama sekali. Apapun makanannya, minumnya teh (botol sosro); merupakan kisah nyata yang menggambarkan aku.
Ditakut-takuti sakit ginjal, dinasihati dokter, diancam teman-teman sampai dirayu pacar untuk minum air putih sama sekali tidak membuatku bergeming. Terakhir minum air putih itu kayaknya waktu SD.

 
Waktu SD pernah diajak orang tua pergi jalan-jalan ke pantai (apa namanya lupa). Nah, lagi main-main pasir tiba-tiba kebawa ombak. Sebenernya keseret ombaknya ga seberapa jauh sih, tapi keminum air lautnya itu yang banyak banget. Selain jadi ada banyak pasir di kepala, yang aku ingat itu adalah perut jadi kembung karena dipaksa oleh suatu oknum bernama laut untuk minum air (laut yang menurutku tidak bersih) sampe hidung sakit dan kesel. Rasanya dari situ aku ga suka air (putih). Terus gini, kalo minum teh atau apapun yang berwarna, kalo ada debu atau kuman kecil kan ga akan keliatan, tapi kalo minum air putih, ada sesuatu dikit aja keliatan, rasanya satu wadah itu udah terkontaminasi sama kuman. Belom kalo orang cuci gelasnya ga bersih, pokoknya aaaaaaaaaak males lah minum air putih.

 
Sampai suatu ketika menjelang pernikahan. Karena pakai adat Jawa, maka dilaksanakanlah itu yang namanya “puasa mutih”, cuma boleh mengkonsumsi nasi dan air putih. Boleh juga sih makan tahu rebus atau telor rebus bagian putihnya aja tapi tanpa garam. Intinya sih ga boleh makan dan minum yang berasa. Puasa mutih adalah salah satu ritual adat Kejawen yang sebenernya tidak begitu aku mengerti artinya, tapi karena katanya bisa bikin lebih bersinar, kelihatan cantik berseri dan manglingi (kelihatan berbeda dari biasanya), yasudahlah aku ikutin aja. Lagipula cukup make sense buat aku, ga kena minyak dan makanan berlemak sama sekali (meskipun cuma) selama beberapa hari ya pasti bikin kulit bagus kan? Gitu ga sih? Ya itu cuma sotoy aja sih. Tapi emang terbukti sih hampir semua orang bilang aku cakep gitu pas di pelaminan jieeeee bhahahahahak!

 
@rindut-girang

 
Anyway, karena pada dasarnya emang pengen keliatan cakep aja, jadinya aku bertekad bulat untuk ikutin puasa mutih itu. Tekad tersebut dapat tergambar dari kesungguhanku berlatih untuk minum air putih. Dari beberapa minggu sebelum puasa mutih, aku mulai berlatih minum air putih, meskipun masih gantian sama minuman berwarna lainnya. Tadinya cuma bisa menghabiskan sebotol kecil aqua, dalam waktu sehari. Lama-lama jadi udah kebiasa menghabiskan sebotol sedang aqua, masih dalam waktu sehari. Itupun aku minum harus selalu dari botol aqua (dan hanya merk itu). Karena pikirku kalo minum dari dispenser yang kemudian dituang ke gelas, akan lebih banyak berpotensi ada kumannya daripada kalo langsung minum dari botol. Dan kalo ada debu atu kuman akan keliatan banget kan soalnya itu air bening. Anyway, kemudian akhirnya sehari menjelang puasa mutih aku udah total bertekad untuk minum air putih saja beberapa hari ke depan. Dan tidak disangka, itu berhasil! \o/ Semua orang yang kenal aku pun sampai terharu. Dan rakyat Indonesia-pun bersuka cita. *kalimat terkahir adalah fiksi*

 
Nah, semenjak itu, aku sudah bisa minum air putih lagi.

 Sampe sekarang.. *elap air mata haru*

Share this:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *