Kerja di Bookopi

Seiring dengan perkembangan kesibukan yang merajalela, tak dapat dipungkiri bahwa wikenpun harus kerja. Karna hampir semua kerjaan bisa diakses dari manapun, yang penting tinggal cari tempat kerja enak. Beberapa wiken belakangan ini lagi seneng kerja di Bookopi.

Pertama kali liat namanya, udah kebayang emang tempat orang-orang baca buku. Atau setidaknya tempat orang-orang yang suka baca buku. Pas masuk emang langsung liat banyak buku. Pintu masuknya ada 2. Kalo diliat dari depan (jalan), tempat masuk yang kanan itu adalah langsung melewati jejeran tempat duduk yang ternyata adalah smoking area. Telah diduga bahwa yang di dalem adalah non-smoking area. Nah, kalo tempat masuk yang lewat kiri adalah yang langsung masuk ke non-smoking area. Entah disengaja atau tidak, kalo lewat jalan yang non-smoking ini ada ada dedaunan dan bunga. Kalo lewat jalan yang smoking area tadi keliatannya lebih gersang bhahahak!

Tapi aku pernah rasain di kedua tempat itu, smoking dan non-smoking area. Sama-sama enak karna memang (menurutku) telah disesuaikan dengan kebutuhan. Dan di kedua area itu biasanya sama-sama isinya orang buka laptop.

Orang-orang yang datang ke sini keliatannya pendiem semua. Atau orang bukan pendiem yang lagi diem. Sekalinya ada rombongan itu keliatannya sih anak kuliahan yang lagi belajar kelompok. Ada ya satu meja panjang di Bookopi ini yang terdiri dari jajaran tiang bertopi setinggi 2,5 jengkal tanganku (ini diukur beneran). Di dalem masing-masing topinya itu ada lampu. Fungsinya semacam meja lampu belajar gitu. Tepat di samping kanan tiang lampu ada saklar untuk nyalain lampu. Di samping kiri tiang lampu ada 3 colokan listrik. Jadi si meja panjang ini semacam ini mirip perpustakaan kecil. Mostly orang-orang yang ada di sini buka laptop atau baca buku. Dan mostly pake earphone atau headset. Jadi, tempat ini emang bikin betah banget untuk orang-orang seperti kami ini (mengkomunitaskan diri dengan semena-mena).

Ini yang paling penting. WiFi. No complaint. Ini adalah salah satu alasanku untuk selalu ke sini. And I think so does everybody else sih ya. Semua orang kan sekarang bawaannya kayak udah ready for war. Satu orang aja bisa bawa laptop, tablet dan handphone. They say it’s like they bring a mini NASA flight control station. Sementara itu banyak tempat yang suka pelit bandwidth. Nah, kalo di Bookopi ini kayaknya si Owner lumayan concern sama kebutuhan primer yang satu ini. Jadi, beres!

Satu lagi. Untuk F&B, menurutku untuk minuman dan snack untuk cemilan selama kerja so far yang aku rasain sih lumayan nyam nyam. Tapi kalo untuk main course, biasa aja sih rasanya. Menurutku loh ya. Lidah orang kan beda-beda. Ya masa orang sama semua, kalo sama berarti satu lidah bisa dimiliki sama orang banyak dong. Tiap hari saling menjilat lidah masing-masing dan juga lidah orang lain. Aneh kan, nah makanya itu. Udah mulai ngelantur ini sebaiknya disudahi saja atau ganti paragraf baru.

Ok. Satu lagi yang cukup penting pas ga bawa earphone atau headset atau lagi pengen ngobrol. Musik. Di sini ga pasang Metallica atau Kiss (percontohan musik yang disebutkan ini memang terdengar jadul), mereka pasangnya lagu santai terkini. Sebagian besar lagu yang disetel (disetel itu bahasa Indonesia-nya apa sih?) itu kayak lagu-lagu yang ada di 2013 Grammy Nominees gitu (lumayan ngeh karna aku juga beli albumnya di iTunes). Jadi cukup bisa temenanlah sama indra pendengaran ini. Adele ada. No Sabrina.

Oiya, satu lagi (satu lagi mulu dari tadi) ini bukanya sampe pagi dong. Dari jam 7 pagi sampe jam 2 pagi. Kurang enak apa kan. Kerja di tempat nyaman. Colokan banyak. Tanpa fakir bandwidth. Semoga ke depannya akan tetep enak begini ya.

And I. Definitely will comeback here! o/

20131006-124504.jpg

20131005-131548.jpg

20131005-131447.jpg

20131006-124504.jpg

Share this:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *