Kilobyte 1

Selamat pagi, sayang..

Aku tau setiap pagi laptop ini adalah yang selanjutnya kamu sapa setelah wajahku. Dan hari ini jadi yang pertama kamu sapa karna aku tak ada disampingmu.

Sarapanmu ada di meja putih ya, sayang. Meja putih mahal yang kita beli waktu diskon 50% akhir taun kemarin. Di meja itu juga nanti kamu akan sarapan bersama remahan roti. Remahan roti yang akan kamu bersihkan setelah sarapan. Seperti di The SIMS itu loh, setiap habis makan langsung bersihkan meja dan alat makan lainnya. Aku cuma tak mau nanti malam kamu bertengkar dengan teman-temanku, para semut lucu.

Selain makanan, tak ada lagi yang aku khawatirkan selain hatimu. Tapi aku tau kamu akan baik2 saja.

Jam 2 tadi pagi langit belum terang. Sakura juga masih tidur di kolong mobil Jeremy. Cuma ada langit yang bergerak tanpa suara dan sayup suara David Cook dari speaker portable kecintaanmu. Tangan kananmu masih membentang horisontal di punggungku ketika aku akhiri pembicaraan di alat komunikasi ini dengan napas saling menyusul tanpa detak yang rapih.

Aku pergi dulu, sayang. Kalau dihitung dengan satuan detik memang lama. Toh kalau kamu convert ke menit, jam atau hari jadi lebih sebentar kan? Aku tak bisa jelaskan sekarang keadaannya. Tapi aku berada di tempat yang seharusnya. Keadaanku akan sekontras ketika kamu bayangkan yang buruk tentang itu. Dan akan lebih baik ketika kamu bayangkan yang baik tentang itu.

Kalau ada waktu luang, tidak perlu pergunakan itu untuk khawatirkan aku. Pakailah untuk bermain game kesukaanmu. Atau lanjutkan project yang kamu ceritakan kemarin. Dan ceritakan perkembangannya pada suatu saat ketika kita bertemu nanti.

Email ini akan jadi mediaku untuk cintaimu sementara ini. Aku akan pulang segera dan cintaimu lagi dalam nyata.

Peluk cium,

Putih.

Share this:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *