wanita tanpa beha bag. 2

ruangan berpesta. wanita itu masih tanpa beha. kain sutra terjahit sesuai pola yang sempurna membentuk tubuhnya. leher berbajukan kalung emas putih. cuma bulu super mikro halus yang ditanamkan oleh Tuhan di kulit dinginnya, yang menutupi seluruh bahu dan lengan. kain sutra tertempel di kulit mulai dari 3/4 dada turun hingga ke lantai. berwarna abu-abu labil hampir senada dengan kalung. clutch bag. sepatu. harum tubuh. rambut. make up. semua sempurna. dan pun ada yang lebih sempurna, itu adalah tatapan datarnya 132 derajat ke arah barat.

bukan sebentuk kucing, ayam, babi, kodok, kuda ataupun monyet. tapi seekor manusia. lelaki. dengan harum maskulin dibalut jas hitam. dibalik tumpukan gelas bersiram anggur putih. kharisma membahana di balik wajah tanpa cela. walaupun tanpa baju besinya.

namun..
dua detik setelah dipandang halus oleh wanita tanpa beha, semua kekuatan kokoh tadi berangsur sirna tanpa meminta ijin sang tuan. gerombolan pesona berkonsentrasi untuk menguap bersama rasa ragu yang tiba2 datang tanpa ketuk pintu di otak. gairah untuk sombong pun diam2 meleleh tanpa permisi, dengan gerak lambat tapi yakin, menuju hamparan lantai marmer dan siap terinjak2 oleh kaki2 lugas yang berjalan di sekitarnya.

satu per lima belas detik kemudian. *ctas!*

sesuatu. apapun itu. menukik datar dengan kecepatan tinggi ke arah tulang rusuk sebelah kanan si wanita tanpa beha. detik berikutnya raga laki2 sudah tak berada lagi di kediaman semula. tanpa sekelebat pun emosi yang tersirat, si wanita tanpa beha berbelok 90 derajat ke arah timur. berjalan. tertatih. perlahan. delapan belas langkah kemudian, berhenti sejenak.

masuk ke dalam ruangan kecil bercermin. bersandar di dinding sebelah kanan. membuka clutch bag. mengambil gunting. menggunting gaun dari bawah ketiak kiri. karna menggunting menggunakan tangan kanan lebih mudah. dia tidak kidal. lalu kain sutra berwarna abu2 labil terperosok berirama ke lantai.

tergambar di cermin..
wanita tanpa beha. dengan G-string hitam berenda halus. dan pembalut lingkaran perut yang tebal.  yang kini terkoyak kecil namun dalam kondisi mengenaskan. tepat bersebrangan di balik tulang rusuk kanannya.

wanita tanpa beha masih bertahan..

lelaki kuat meski tanpa baju besi. kabur dengan rasa bangga. bangga menang dari wanita. bangga menang dari wanita tanpa beha. bangga menang dari wanita tanpa beha yang berdiam dan sekonyong2 diserang. cih!

Share this:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *