titipan Tuhan

just accepting the blessings. semua ini punya Tuhan. cuma dititipin. jangan asal copyright mengklaim ini milik lo. emang lo sape?

itu yg aku tulis di twitter barusan.

hasil dari pagi melow yang dikasih sama jakarta pagi ini. kancutlah. males sebenernya kalo pagi2 gini sarapan melow. suka bikin sakit gigi. eh, itu mah marshmellow. yaudah si ya. tapi siapa juga yang pagi2 gini mau sarapan marshmellow kecuali kita lagi ada di negeri dongeng. ih, yaudah si ya. dibahas lagih.

anak itu titipan Tuhan. gitu katanya orang2. mungkin dengan maksud harus dijaga baik2. dan direlakan kalo anak itu pergi. in term berpulang kepada yang Kuasa maupun melanjutkan kehidupan bersama manusia lain (baca: menikah). mungkin harusnya term ini juga diterapkan ke object kehidupan lainnya.

iPhone itu titipan Tuhan. (kenapa harus iPhone?)
pacar itu titipan Tuhan.
pekerjaanmu itu titipan Tuhan.
sepatu, baju, tas, make up yang aku beli pake uang gaji PUNYA aku pun itu juga titipan Tuhan.
uangnya pun juga titipan Tuhan.

on the other side misalnya. orangtua itu titipan Tuhan. kita harus menjaganya juga, bukan? atau untuk barang primer yang kita punya. rumah itu titipan Tuhan. harus dijaga juga kan? dan kalo rumah itu kebakaran, harus rela juga kan? ya apa mo dikata, biar kata nangis garuk2 tanah, kalo emang Tuhan mau rumah itu kebakaran, ya kebakaranlah yang terjadi.

nyadar ga sih? SEMUA. SEMUA yang kita punya itu ga ada satupun yang beneran punya kita. kita cuma di fasilitasi ama Tuhan. ya balik ke konsep anak dititipin Tuhan sama orang tuanya itu tadi. kita harus jaga dan bilangin ke hati kita supaya rela kalo one day itu lepas dari kepemilikan kita.

gimana cara jaga dan merelakan at the same time? mungkin jawabannya adalah bersyukur. kalo kita bersyukur, maka rela, ikhlas, tawakal, dan oknum2 senada lainnya akan jalan mengikutinya (and i do think it is vice versa. isn’t it?). dan dengan bersyukur ama apa yang kita punya udah Tuhan titipin ke kita, maka hati akan mengajak otak untuk bersama2 jaga apa yang ada.

kita bisa jual tu iPhone, bisa putusin pacar kita seenaknya, bisa jual kijang bobrok terus beli ferari pas menang maen judi di Las vegas, bisa.. bisa.. tapi kan itu semua dilakuin dengan kuasa yang kita punya. tapi jauh jauh jauh diatas kita, ada kuasa yang melebihi kuasa yang kita punya, melebihi kuasa yang bos kita punya, melebihin kuasa pemerintahan kampret yang ada, melebihi kuasa adhi negara. tau kan itu kuasa siapa? iya, itu kuasa Tuhan. yang bisa kun fayakun ambil apa yang kita pikir itu punya kita.

jadi mari kita bersyukur ama apapun yang udah dititipin sama kita.

*ngomong sih enak. jalaninnya susah, nyet!

ya, bersyukur?? emang kadang ga gampang. disaat kita harus bersyukur pas kita ga punya duit karna belom gajian misalnya. emang gampang kalo kayak gitu? bersyukur pada saat pacar kita diambil orang misalnya. emang gampang? bersyukur pada saat koper kita kebawa ke brunei darussalam padahal flight kita cuma dari jakarta ke surabaya. emang gampang? ga ada yang gampanglah. tapi disitulah kekuatan bersyukur.

coba deh sekaliiii aja. sekali aja kita bener2 bersyukur from deep deep inside your heart, bersyukur pada saat kita lagi terkena musibah.kita akan berasa ikhlas dan akan jaga sisanya yang kita punya. just feel it, when it happens and u will know how does it really feel..

Share this:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *