“jangan memaksakan ini, jika memang bukan yang ini” – KD

pada waktu saya ga merasa nyaman lagi, apa boleh saya pergi?
tapi untuk pergi, apa harus minta ijin dulu?
pada waktu mau minta ijin, apa perlu bertanya dalam hati “yakinkah saya”?
saya yakin Tuhan ciptakan satu untuk saya.
tapi apakah perasaan itu harus saya sendiri yang ciptakan?
Tuhan ga kasih se-paket-kah? apa mungkin sebenernya telah diciptakan satu complete packaging?
tapi bukan yang ini? terus yang selama ini dengan pd-nya saya jalanin ini apa dong?

Share this:

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *